Dynamic Blinkie Text Generator at TextSpace.net TIAN TIAN

KOMUNIKASI DATA

A. Komunikasi Data

Istilah telekomunikasi berarti komunikasi dengan jarak. Kata data mengacu pada informasi yang ditampilkan apapun bentuk yang disetujui oleh pihak yg membuat dan menggunakan. Komunikasi data adalah pertukaran data diantara dua perangkat melalui berbagi bentuk media transmisi seperti kabel.

Komunikasi data merupakan bagian dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi di antara komputer komputer dan piranti-piranti yang lain dalam bentuk digital yang dikirimkan melalui media komunikasi data. Data berarti informasi yang disajikan oleh isyarat digital. Komunikasi data merupakan bagian vital dari suatu masyarakat informasi karena sistem ini menyediakan infrastruktur yang memungkinkan komputer-komputer dapat berkomunikasi satu sama lain.

Komponen Komunikasi Data
• Pengirim, adalah piranti yang mengirimkan data
• Penerima, adalah piranti yang menerima data
• Data, adalah informasi yang akan dipindahkan
• Media pengiriman, adalah media atau saluran yang digunakan untuk mengirimkan data
• Protokol, adalah aturan-aturan yang berfungsi untuk menyelaraskan hubungan.

Protocol

Pada bagian ini, kita akan menjelaskan dua hal yang banyak digunakan : protocol dan standard. Pertama, kita jelaskan protocol, dimana sinonim dengan aturan. Kemudian kita diskusikan standard, dimana sinonim dengan aturan yang disepakati.

Protokol adalah sebuah aturan yang mendefinisikan beberapa fungsi yang ada dalam sebuah jaringan komputer, misalnya mengirim pesan, data, informasi dan fungsi lain yang harus dipenuhi oleh sisi pengirim dan sisi penerima agar komunikasi dapat berlangsung dengan benar, walaupun sistem yang ada dalam jaringan tersebut berbeda sama sekali. Protokol ini mengurusi perbedaan format data pada kedua sistem hingga pada masalah koneksi listrik.
Standar protokol yang terkenal yaitu OSI (Open System Interconnecting) yang ditentukan oleh ISO (International Standart Organization).

Komponen Protokol:
1. Aturan atau prosedur
• Mengatur pembentukan/pemutusan hubungan
• Mengatur proses transfer data
2. Format atau bentuk
• Representasi pesan
3. Kosakata (vocabulary)
• Jenis pesan dan makna masing-masing pesan .

Fungsi Protokol
Secara umum fungsi dari protokol adalah untuk menghubungkan sisi pengirim dan sisi penerima dalam berkomunikasi serta dalam bertukar informasi agar dapat berjalan dengan baik dan benar. Sedangkan fungsi protokol secara detail dapat dijelaskan berikut:
• Fragmentasi dan reassembly
Fungsi dari fragmentasi dan reasembly adalah membagi informasi yang dikirim menjadi beberapa paket data pada saat sisi pengirim mengirimkan informasi dan setelah diterima maka sisi penerima akan menggabungkan lagi menjadi paket informasi yang lengkap.
• Encaptulation
Fungsi dari encaptulation adalah melengkapi informasi yang dikirimkan dengan address, kode-kode koreksi dan lain-lain.
• Connection control
Fungsi dari Connection control adalah membangun hubungan (connection) komunikasi dari sisi pengirim dan sisi penerima, dimana dalam membangun hubungan ini juga termasuk dalam hal pengiriman data dan mengakhiri hubungan.
• Flow control
Berfungsi sebagai pengatur perjalanan datadari sisi pengirim ke sisi penerima.
• Error control
Dalam pengiriman data tak lepas dari kesalahan, baik itu dalam proses pengiriman maupun pada waktu data itu diterima. Fungsi dari error control adalah mengontrol terjadinya kesalahan yang terjadi pada waktu data dikirimkan.
•Transmission service
Fungsi dari transmission service adalah memberi pelayanan komunikasi data khususnya yang berkaitan dengan prioritas dan keamanan serta perlindungan data.

Proprietary Protocol dan Non-Proprietary Protocol
a. Proprietary Protocol
Proprietary protocal adalah suatu format komunikasi dan bahasa non standar yang dimiliki oleh satu organisasi atau individu dan tertutup hanya untuk kalangan itu saja sehingga tidak dapat dipergunakan secara bebas.
Contonya: Cisco proprietary protocol milik perusahaan Cisco.

b. Non-proprietary Protocol
Non-properietary protocol adalah protokol yang dapat digunakan dan dikembangkan semua orang secara bebas.
Contohnya: TCP/IP

Topik yg didiskusikan pada bab ini:

  1. Protocol
  2. Standard
  3. Orgranisasi Standards
  4. Standar Internet

sumber : Erfan Rusdi S.Kom
Baca Selengkapnya...
Labels : news investment systems Anti Vir free template car body design

Prototype

Membangun Software Menggunakan Prototipe

Model prototyping sangat membantu proses pembangunan software. Proses pada model prototyping yang digambarkan pada gambar diatas, bisa dijelaskan sebagai berikut:

- Pengumpulan kebutuhan: developer dan klien bertemu dan menentukan tujuan umum, kebutuhan yang diketahui dan gambaran bagian-bagian yang akan dibutuhkan berikutnya. Detil kebutuhan mungkin tidak dibicarakan disini, pada awal pengumpulan kebutuhan.

- Perancangan : perancangan dilakukan cepat dan rancangan mewakili semua aspek software yang diketahui, dan rancangan ini menjadi dasar pembuatan prototype.

- Evaluasi prototype: klien mengevaluasi prototype yang dibuat dan digunakan untuk memperjelas kebutuhan software.

Perulangan ketiga proses ini terus berlangsung hingga semua kebutuhan terpenuhi.

Kelebihan model prototype

- Prototype dimanfaatkan untuk membangun software lebih cepat,

- Prototype memudahkan komunikasi antar developer dan klien,

- Membuat klien mendapat gambaran awal dari prototype,

- Membantu mendapatkan kebutuhan detil lebih baik.

Masalah serta kelemahan yang ditimbulkan oleh model prototype:

- Dalam membuat prototype banyak hal yang diabaikan seperti efisiensi, kualitas, kemudahan dipelihara/dikembangkan, dan kecocokan dengan lingkungan yang sebenarnya. Jika klien merasa cocok dengan prototype yang disajikan dan berkeras terhadap produk tersebut, maka developer harus kerja keras untuk mewujudkan produk tersebut menjadi lebih baik, sesuai kualitas yang seharusnya.

- Developer biasanya melakukan kompromi dalam beberapa hal karena harus membuat prototype dalam waktu singkat. Mungkin sistem operasi yang tidak sesuai, bahasa pemrograman yang berbeda, atau algoritma yang lebih sederhana. Agar model ini bisa berjalan dengan baik, perlu disepakati bersama oleh klien dan developer bahwa prototype yang dibangun merupakan alat untuk mendefinisikan kebutuhan software.

- Ketidaksadaran user bahwa ini hanya suatu model awal bukan model akhir.

- Pengembang kadang-kadang membuat implementasi yang sembarangan.

- Teknik dan tools yang tidak optimal pada prototipe yang akan tetap digunakan pada s/w sesungguhnya.

Langkah-langkah pembuatan prototipe:

  1. Permintaan bermula dari kebutuhan user.
  2. Bangunlah sistem prototipe untuk menemukan kebutuhan awal yang diminta.
  3. Biarkan user menggunakan prototipe. Analis harus memberikan pelatihan, membantu dan duduk bersama-sama dengan user, khususnya untuk pertama kali. Anjurkan perubahan. User harus melihat fungsi-fungsi dan sifat dari prototipe, lihat bagaimana ia memecahkan masalah bisnis dan mengusulkan perbaikan.
  4. Implementasikan saran-saran perubahan.
  5. Ulangi langkah ketiga sampai user merasa puas.
  6. Merancang dan membangun suatu sistem akhir seperti sebelumnya.

Baca Selengkapnya...
Labels : news investment systems Anti Vir free template car body design

tekhnik fungsional dan non fungsional

Pada tahap requirement gathering, kita harus mengumpulkan kebutuhan S/W selengkap-lengkapnya, kebutuhan fungsional maupun kebutuhan non fungsional. Kebutuhan fungsional berhubungan dengan fitur S/W yang ingin dibuat, sedangkan kebutuhan non fungsional tidak secara langsung terkait pada fitur tertentu. Kebutuhan non fungsional memberikan batasan pada kebutuhan fungional.

Contoh kebutuhan fungsional adalah (mis. untuk aplikasi perpustakaan) meminjam buku (mencatat peminjaman buku), mengelola denda, dll. Contoh kebutuhan non fungsional adalah keamanan (aplikasi hanya bisa diakses oleh pengguna yang berhak), performansi (respon aplikasi tidak boleh lebih dari 2 detik), dll.

Baik kebutuhan fungsional maupun non fungsional, harus dapat diukur dan dievaluasi di akhir pekerjaan, untuk menentukan keberhasilan dan kelengkapan pekerjaan…


Baca Selengkapnya...
Labels : news investment systems Anti Vir free template car body design

Teknik Pemodelan Analisa Kebutuhan

Analisis Kebutuhan Dalam Rekayasa Perangkat Lunak

1 Vote

A. Pendahuluan

Analisa kebutuhan merupakan langkah awal untuk menentukan perangkat lunak seperti apa yang akan dihasilkan, ketika kita melaksanakan sebuah proyek pembuatan perangkat lunak. Perangkat lunak yang baik dan sesuai dengan kebutuhan pengguna sangat bergantung kepada keberhasilan dalam melakukan analisa kebutuhan. Tidak peduli bagaimana hebatnya seseorang dalam menulis kode perangkat lunak, atau membuat antar muka yang menawan, jika terjadi kesalahan dalam analisa kebutuhan, itu artinya perangkat lunak yang dibuat menjadi tak berguna.

Analisa kebutuhan yang baik belum tentu menghasilkan perangkat lunak yang baik. Tetapi analisa kebutuhan yang tidak tepat sudah pasti menghasilkan perangkat lunak yang tidak berguna. Ini adalah sebuah pernyataan sederhana. Namun pernyataan ini tidaklah terlalu jauh dari kesimpulan yang sebenarnya.

Adalah jauh lebih baik mengetahui ada kesalahan tentang analisa kebutuhan ketika masih dalam tahap awal ini. Kurang hati-hati dan pelaksanaan yang tidak teliti, sehingga mengakibatkan terjadinya kesalahan analisa kebutuhan sungguh menimbulkan banyak kerugian. Kesalahan analisa kebutuhan yang diketahui ketika sudah memasuki penulisan kode, atau pengujian, bahkan hampir pada tahap penyelesaian, adalah malapetaka besar bagi sebuah kelompok pembuat perangkat lunak. Biaya dan waktu yang diperlukan menjadi banyak yang tersia-sia.

Biaya yang diperlukan untuk memperbaiki sebuah kesalahan karena analisa kebutuhan yang tidak benar, bisa menjadi dua puluh lima kali lipat, jika kesalahan tersebut ditemukan pada tahap pengujian fungsi perangkat lunak. (1)

Ketika dalam tahap awal ini, sungguh diperlukan pelaksanaan analisa dengan hati-hati dan sebaik-baiknya. Dengan diperolehnya kebutuhan yang jelas dan benar sesuai dengan apa yang dimaksud oleh klien, menunjukkan langkah awal yang baik, yang akan membantu ketika kita melanjutkan kepada tahap berikutnya dalam pembuatan perangkat lunak.

Dalam berbagai buku yang membahas tetang rekayasa perangkat lunak, analisa kebutuhan merupakan bab tersendiri yang selalu dibahas dengan baik. Banyak cara yang diuraikan untuk menghasilkan analisa kebutuhan yang akurat, sehingga penulisan perangkat lunak juga menjadi tepat. Yang menjadi hambatan utama di sini adalah ketika melakukan analisa kebutuhan yang sesungguhnya di lapangan. Penerapan dari teori-teori yang ada ternyata tidak bisa begitu saja dapat dilaksanakan. Banyak ditemui hal yang perlu diantisipasi dengan cara-cara yang lebih tepat, dan baru diketahui ketika kita sudah berada dalam situasi yang sesungguhnya dalam sebuah proyek pembuatan perangkat lunak.

Dengan tidak mengabaikan faktor teknis, sejumlah faktor non teknis menjadi kunci dalam keberhasilan kita memperoleh analisa kebutuhan yang benar.

B. ANALISA KEBUTUHAN

Analisa kebutuhan adalah sebuah proses untuk mendapatkan informasi, model, spesifikasi tentang perangkat lunak yang diinginkan klien/pengguna. Kedua belah pihak, yaitu klien dan pembuat perangkat lunak terlibat aktif dalam tahap ini. (2) Informasi yang diperoleh dari klien/pengguna inilah yang menjadi acuan untuk melakukan desain perangkat lunak.

Ada 3 faktor yang harus dipenuhi ketika melakukan analisa kebutuhan ini yaitu : lengkap, detail, dan benar. Lengkap artinya semua yang diharapkan oleh klien telah didapatkan oleh pihak yang melakukan analisa. Sedangkan detail maksudnya adalah berhasil mengumpulkan informasi yang rinci sampai hal-hal yang kecil. Semua data dari analisa kebutuhan ini haruslah benar, sesuai apa yang dimaksud oleh klien, bukan benar menurut apa yang difikirkan oleh pihak yang melakukan analisa. Sebuah kutipan anonim yang sering disampaikan mengenai hal ini adalah : “Saya percaya anda sangat mengerti dengan apa yang saya katakan, namun saya tidak yakin bahwa apa yang anda dengar adalah sama dengan apa yang saya maksud”.

C. PENGALAMAN PRAKTIS

Dalam melakukan analisa kebutuhan yang sesungguhnya di lapangan, kita akan sering menemukan hal-hal yang kurang diharapkan. Misalnya, klien yang meminta pembuatan perangkat lunak tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang hal yang berkaitan dengan komputer, pemrograman, dan yang berhubungan dengan teknologi informasi. Ini cukup merepotkan, karena akan memerlukan usaha yang banyak untuk menggali apa keinginan mereka sesungguhnya.

Persoalan lain yang juga cukup kerap ditemui adalah cara klien dalam mengungkapkan keinginan mereka. Banyak kasus memperlihatkan bahwa informasi yang disampaikan sangat tidak terstruktur, sehingga cukup merepotkan dalam memahami maksud dari keinginan mereka. Bahkan ada informasi yang semestinya dijelaskan tidak diberikan, dan informasi yang tak berguna malah dipaparkan.

Masalah waktu juga menjadi penghalang lainnya. Banyak klien tidak memberi waktu yang cukup. Waktu yang kurang dalam proses analisa kebutuhan perangkat lunak, jelas akan menyebabkan tidak terkumpulnya dengan lengkap apa yang diinginkan oleh klien. Masalah penyediaan waktu ini bisa terjadi pada kedua belah pihak.

Beberapa langkah yang akan digambarkan berikut ini, dapat dilakukan ketika melakukan analisa kebutuhan. Cara-cara tersebut bisa memberikan bantuan yang cukup berarti untuk memperoleh analisa kebutuhan yang baik, dan diharapkan dapat memenuhi tiga faktor utama yang mesti dipenuhi dalam membuat analisa kebutuhan.

1. Komunikasi Yang Baik

Salah satu hal yang diperlukan adalah membangun hubungan yang baik dengan klien. Kemampuan seorang analis dalam menciptakan hubungan sosial dengan pihak lain, dalam situasi ini adalah dengan klien, menjadi bantuan yang signifikan. Hubungan sosial yang baik dengan klien akan menjadikan komunikasi yang terbuka dan lancar. Dan ini sudah mengurangi banyak masalah, ketika berada dalam proses mendapatkan informasi dari klien.

Mengenal lebih dekat klien anda, artinya akan bisa menciptakan komunikasi yang lebih lancar dan tidak terlalu formal. Dengan keadaan yang bisa dibuat seperti ini, maka banyak hal yang bisa diketahui dengan baik, sehingga kemungkinan kesalahan dalam berkomunikasi bisa direduksi.

Apabila ada informasi yang disampaikan oleh klien yang kurang terstruktur, atau sulit dipahami, bisa ditanyakan lebih lanjut lagi, tanpa harus kesulitan karena masalah komunikasi yang kurang lancar. Biasanya analis akan malas bertanya lebih jauh, jika komunikasi yang terbangun kurang baik. Ini pasti mejadi salah satu penyebab kegagalan dalam mengetahui apa yang dibutuhkan klien.

2. Mengetahui “apa”

Yang perlu diketahui dari klien adalah tentang apa yang dikerjakannya, apa data yang menjadi masukan, apa yang dihasilkan. Jangan terburu-buru menanyakan bagaimana cara mengerjakannya. Jika kita bisa mengetahui apa sebenarnya yang dihasilkan dan apa yang menjadi masukan, ini adalah langkah baik untuk memperoleh gambaran tentang kebutuhan akan sebuah perangkat lunak.

Kumpulkan dokumen-dokumen yang selama ini digunakan oleh klien. Bisa jadi itu berupa tabel, formulir, laporan, daftar, dan semua “apa” yang berkaitan dengan perangkat lunak yang akan membantu pekerjaan mereka nantinya.

3. Gunakan Istilah Yang Sederhana

Dalam berkomunikasi dengan klien, terutama ketika dalam proses analisa kebutuhan, jangan menggunakan istilah yang sulit dimengerti. Kebiasaan menggunakan istilah yang sulit, atau sangat spesifik dalam bidang komputer mungkin akan menjadikan orang kagum dengan anda, tapi ini bisa menjadi sebuah bencana. Komunikasi bisa menjadi tidak lancar, dan berpeluang menimbulkan kesalahpahaman. Tidaklah menjadi soal jika klien adalah orang yang cukup familiar dan juga bergelut dengan keahlian yang sama dengan pihak yang melakukan analisa.

4. Terbuka Dengan Langkah Yang Dilakukan

Bersikap terbuka tentang apa saja yang kita lakukan selama proses pembuatan perangkat lunak, adalah tindakan yang cukup membantu. Untuk sebuah pilihan yang diminta oleh klien, kita dapat juga memberitahu konsekuensinya. Ini akan membantu kedua belah pihak dalam memperoleh sebuah keputusan jika ada berbagai pilihan.

Dengan cara ini, klien akan mengerti mengapa satu hal harus begini, dan mengapa hal lain harus dengan cara tertentu juga. Klien yang ikut memahami sejumlah langkah dan konsekuensi terhadap pilihan tertentu, akan lebih kooperatif dalam menyampaikan kebutuhan mereka. Ini mengurangi tuntutan yang yang tidak perlu ketika perangkat lunak yang akan dihasilkan tersebut mulai digunakan.

5. Menampilkan Contoh Nyata

Tampilkan contoh yang nyata ketika klien memberitahu apa yang akan dimintanya. Bisa jadi contoh nyata ini dibuat oleh analis, atau juga contohnya dilihat dari apa yang sudah dimiliki klien. Misalkan untuk proses entri data. Klien dan analis sama-sama menyaksikan bagaimana proses entri data tersebut. Dengan cara ini akan sangat jelas apa yang dimaksud oleh klien.

Jika hanya disampaikan dengan deskripsi, kemungkinan interpretasi yang salah cukup terbuka lebar. Sedangkan dengan langsung menyaksikan, akan banyak mengurangi kesalahpahaman.

D. KESIMPULAN

Beberapa pengalaman praktis di lapangan tentang cara melakukan analisa kebutuhan, dapat memberikan bantuan dan gambaran bagi pihak yang akan melakukan proses yang sama. Tentu saja ini bisa menjadi pertimbangan ketika akan melakukan proses analisa kebutuhan perangkat lunak pada masa yang akan datang.

Ketrampilan komunikasi, penggunaan istilah yang sederhana, terbuka terhadap klien, serta menyaksikan sejumlah contoh nyata tentang apa yang dibutuhkan klien, menjadi faktor yang berguna dalam proses analisa kebutuhan perangkat lunak.



Baca Selengkapnya...
Labels : news investment systems Anti Vir free template car body design

Permasalahan Sistem Terdistribusi








Permasalahan Sistem Terdistribusi :

Masalah dengan sistem terdistribusi yang dapat dimunculkan antara lain berkaitan dengan :

  • Software - bagaimana merancang dan mengatur software dalam Distribusi Sistem


  • Ketergantungan pada infrastruktur jaringan


  • Kemudahan akses ke data yang di share, memunculkan masalah keamanan

Kesulitan dan Ancaman dalam sistem terdistribusi antara lain :
  • Mode pemakaian Variasi yang beragam terhadap karakteristik pemakaian


Contoh : berapa banyak halaman di kunjungi
  • Masalah Internal


Ada beberapa masalah internal yaitu Masalah concurrency, Masalah clock, Mode kegagalan
  • Lingkungan Sistem


Sistem terdistribusi harus mengakomodasi heterogenitas hardware, sistem operasi dan jaringan. Contoh : berapa banyak versi SO?
  • Ancaman Eksternal yaitu Serangan terhadap kesatuan data dan keamanannya


Sebelum kita membahas permasalahan sistem terdistribusi kita harus mengetahui definisi dari sistem terdistribusi. Sitem terdistribusi adalah sistem dimana pemrosesan informasi didistribusikan pada beberapa computer dan tidak terbatas hanya pada satu mesin saja. Sitem itu bisa berkomunikasi melalui banyak cara, misalnya melalui jalur telepon atau high speed bus, intranet, internet dan mobile computing.

Contoh umum sistem terdistribusi :

a. Internet, global jaringan interkoneksi computer yang berkomunikasi melalui IP (Internet Protocol).

b. Intranet, jaringan teradministrasi terpisah dengan batasan pada kebijakan keamanan local.

c. Mobile dan komputasi diberbagai tempat, laptops, PDA, mobile phone,printers, peraltan rumah, dll .

d. World Wide Web (www), sistem untuk publikasi dan akses sumber daya dan layanan melalui Internet.


Dari penjelasan diatas, sistem terdistribusi yang dapat memunculkan masalah antara lain berkaitan dengan :

a. Software Masalah yang timbul adalah bagaimana kita merancang dan mengatur software yang tepat dalam distribusi sistem.

b. Ketergantungan pada infrastruktur jaringanInfrastruktur sangat mempengaruhi sistem terdisribusi bila tidak direncanakan dengan baik, hal ini dapat menimbulkan gangguan-gangguan yang diakibatkan bentuk infrastruktur yang kurang baik sehingga menggangu dari kinerja sistem tersebut. Secara umum masalah infrastruktur jaringan sering terjadi, namun dengan perencanaan yang baik permasalahan ini sangat mudah untuk dicari sumber kesalahannya dan memudahkan proses perbaikan.

c. Kemudahan akses ke data yang dishare, memunculkan masalah keamanan. Sistem terdistribusi sangat dipengaruhi oleh jaringan komputer. Permasalahan akan timbul jika suatu jaringan sistem tersebut tidak aman, dimana tidak terdapat firewall atau proteksi terhadap data di dalam jaringan tersebut. Firewall dapat digunakan untuk menentukan host mana yang dapat mengakses data atau memberi batasan terhadap host dalam mengakses data sedangkan proteksi terhadap data dilakukan dengan penggunaan password atau enkripsi, namun hal ini tidak menjamin data tersebut dalam keadaan aman.


Referensi :

http://www.akademik.unsri.ac.id/download/journal/files/gdr/Pendahuluan%20SisTer.ppt

http://www.akademik.unsri.ac.id/download/journal/files/gdr/Pendahuluan%20SisTer.pptwww.akademik.unsri.ac.id/download/.../Pendahuluan%20SisTer.ppt

lecturer.ukdw.ac.id/anton/download/sister1.pdf">lecturer.ukdw.ac.id/anton/download/sister1.pdf

http://elista.akprind.ac.id/upload/files/8891_BAB_X_ARS_SIST_TERDISTRB.pdf

Baca Selengkapnya...
Labels : news investment systems Anti Vir free template car body design

Kebutuhan Dan Spesifikasi Perangkat Lunak


Kebutuhan (requirement) memungkinkan pengguna dan pengembang sistem untuk merencanakan terlebih dulu persyaratan sistem yang akan dibangun, sehingga dapat dijadikan sebagai kontrak awal diantara keduanya. Karena itu pendefinisiannya harus nyata, tidak membingungkan (unambigous) dan mudah dipahami (koheren). Kebutuhan harus ditentukan spesifikasinya, yang akan dialokasikan ke dalam arsitektur sistem, untuk membantu pengembangan rancangan sistem. Perincian spesifikasi kebutuhan sistem digolongkan berdasarkan dekomposisi struktur kebutuhan dan penentuan kebutuhan fungsional dan non fungsional.

Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak (SKPL) menjelaskan fungsionalitas dan kendala yang harus dipenuhi oleh perangkat lunak, menyangkut keakuratannya (precise), kelengkapannya (detailed) dan kelayakan (teknis). SKPL, yang mengasumsikan fungsi-fungsi dalam sistem yang diaolkasikan dalam arsitektur sistem, dijadikan pedoman (base line) dalam seluruh proses pengembangan perangkat lunak, serta menjelaskan batasan sistem dan lingkungannya.

Teknik kebutuhan perangkat lunak (requirements engineering) atau sering juga disebut analisis kebutuhan perangkat lunak (Bahasa Inggris: requirements analysis) mencakup kegiatan dalam menentukan kebutuhan-kebutuhan atau kondisi yang harus dipenuhi untuk suatu produk baru atau yang akan diganti, dengan mempertimbangkan kemungkinan terjadinya konflik kebutuhan dari berbagai macam stakeholder.[1]

Analisis kebutuhan mempunyai peran penting dalam kesuksesan suatu proyek perangkat lunak. Kebutuhan harus terdokumentasi, dapat ditindaklanjuti (actionable), dapat diukur (measureable), dapat diuji, memiliki kaitan dengan kebutuhan dan peluang bisnis, serta memiliki tingkat kerincian yang cukup untuk perancangan sistem. Kebutuhan perangkat lunak dapat berupa kebutuhan fungsional dan non-fungsional.Tautan

download materi

sumber By zuhdi4trisakti, on October 16th, 2011

Baca Selengkapnya...
Labels : news investment systems Anti Vir free template car body design

Network Monitoring

Sniffing password with Microsoft Network Monitor

Network Monitor adalah sebuah tool yang dapat di gunakan untuk mengawasi lalu lintas paket(data) di dalam jaringan. Pada artikel ini saya menggunakan tool Microsoft Network Monitor 3.3 yang dapat di download di sini secara gratis. Microsoft Network Monitor 3.3 adalah sebuah protocol analyzer yang memungkinkan anda untuk meng-capture lalu lintas jaringan. Biasanya tools-tools seperti ini di gunakan oleh Administrator jaringan untuk melakukan ‘pemeriksaan’ jaringan mereka ketika terjadi masalah, seperti yang di sebabkan oleh maleware, flooding atau serangan DDOS.

Pada artikel ini saya akan mencontohkan bagaimana meng-capture sebuah username dan password dengan menggunakan Microsoft Network Monitor 3.3. Pada contoh ini saya menggunakan halaman login pada website saya yang menggunakan wordpress.

1

1. Jalankan Microsoft Network Monitor 3.3 telebih dahulu.

Network Monitor

2. Kemudian untuk memulai proses sniffing, klik tombol New Capture.

Network Monitor 3.3

3. Langkah selanjutnya yaitu memilih Network adapater, pada contoh saya menggunakan sebuah modem GSM, beri centang pada network adapater tersebut.

2.1

4. Jika sudah anda, anda tinggal klik tombol Start untuk memulai proses capture.

45. Kemudian anda bia berpindah ke halaman login, dan mengetikan username dan password.

56. Karena kita akan melakukan sniffing pada protocol HTTP, pada panel Display Filter ketikan .Proctocol.HTTP kemudian klik tombol Apply.

67. Selanjutnya anda bisa mencari, Description yang behubungan dengan wp-login.php, sepeti terlihat pada gambar di bawah, tata… password berhasil di capture :)

8

Baca Selengkapnya...
Labels : news investment systems Anti Vir free template car body design